Bersihkan bagian belakang lidah sekali atau dua kali sehari, bukan hanya bagian depan. Gunakan pengikis lidah atau sikat gigi berbulu lembut, tarik dengan lembut dari belakang ke depan, lalu bilas. Ini menghilangkan lapisan lidah yang menghasilkan bau. Jika napas Anda tetap bau meskipun sudah menjaga kebersihan gigi dan mulut setiap hari, temui dokter gigi atau dokter.
Tujuannya adalah mengangkat lapisan lidah sebelum bakteri di dalamnya berubah menjadi gas bau sulfur.
Mengapa Membersihkan Lidah Membantu Mengatasi Bau Mulut
Bagian belakang lidah Anda kasar dan dipenuhi celah-celah kecil. Bagian ini secara alami menampung sel-sel mati, sisa makanan, dan bakteri. Lapisan ini disebut lapisan lidah.
Bakteri penyebab bau mulut dalam lapisan tersebut memecah protein dan melepaskan senyawa sulfur yang mudah menguap—pada dasarnya gas bau sulfur. Gas-gas inilah yang membuat napas berbau tidak sedap. Lidah Anda, terutama bagian belakang lidah, adalah sumber yang umum. Dalam satu laporan konsensus internasional, lapisan lidah dikaitkan dengan sekitar separuh kasus bau mulut yang terdeteksi, menurut panduan penanganan halitosis. Tinjauan lain menemukan bahwa sebagian besar bau mulut berasal dari mulut, dengan lidah yang berlapis dan penyakit gusi termasuk di antara penyebab utamanya, menurut sebuah tinjauan sistematis tentang halitosis.
Membersihkan lidah bukan sekadar trik kosmetik. Ini menghilangkan lapisan yang menjadi tempat berkembang biaknya bakteri penyebab bau. Sebuah tinjauan menemukan bahwa menyikat gigi ditambah membersihkan lidah mengurangi gas bau dan lapisan lidah lebih banyak daripada hanya menyikat gigi saja, menurut sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis.
Pilih Alat yang Tepat
Anda tidak perlu memikirkan ini terlalu berlebihan. Tiga alat umum yang bisa digunakan:
| Alat | Apa itu | Perlu diketahui |
|---|---|---|
| Pengikis lidah | Lingkaran atau batang kecil dari plastik atau logam | Pilihan pertama yang baik untuk sebagian besar orang |
| Sikat gigi berbulu lembut | Sikat berbulu lembut yang sudah Anda gunakan | Cadangan yang berguna jika mengikis membuat Anda muntah |
| Sikat lidah | Sikat kecil yang dibuat khusus untuk lidah | Berfungsi, tetapi tidak jelas lebih baik daripada pengikis |
Pengikis lidah berbahan baja tahan karat atau plastik adalah pilihan pertama yang wajar. Dalam satu uji klinis kecil, pengikis lidah mengurangi gas sulfur sebesar 75 persen sementara sikat gigi menguranginya sebesar 45 persen, menurut penelitian tentang metode pembersihan lidah. Sebuah tinjauan Cochrane juga menemukan manfaat kecil pada pengikis atau pembersih dibandingkan sikat gigi, meskipun buktinya lemah dan jangka pendek.
Jika pengikis memicu refleks muntah yang kuat, gunakan sikat gigi berbulu lembut sebagai gantinya. Bagian terpenting bukanlah alat yang tepat. Sebuah studi tahun 2022 menemukan bahwa sikat gigi dan pengikis keduanya dapat mengurangi bau mulut dan lapisan saat lidah dibersihkan dengan tepat dari belakang ke depan. Tetap lembut dan pilih alat yang benar-benar akan Anda gunakan.
Teknik: dari Belakang ke Depan, Dengan Lembut
Ikuti langkah-langkah berikut:
- Julurkan lidah Anda.
- Letakkan pengikis atau sikat sejauh mungkin ke belakang pada lidah Anda selama masih terasa nyaman.
- Tarik ke depan dengan tekanan ringan dan merata.
- Bilas pengikis atau sikat.
- Ulangi 3 hingga 5 kali.
- Bersihkan sisi lidah Anda dengan lembut jika nyaman, tetapi jangan menggosok dengan keras.
Berhenti sebelum Anda mencapai titik yang membuat Anda muntah. Muntah adalah sinyal keselamatan, bukan tantangan untuk dipaksakan. Mengikis terlalu jauh ke belakang dapat menyebabkan ketidaknyamanan atau cedera.
Gerakan dari belakang ke depan inilah yang paling penting. Satu studi menyimpulkan bahwa menyapu dengan tepat dari bagian belakang lidah ke depan lebih penting daripada alat yang digunakan, menurut penelitian pembersihan lidah secara mekanis.
Seberapa Sering dan Seberapa Kuat
Bersihkan lidah Anda sekali atau dua kali sehari. Waktu paling mudah adalah pada pagi hari dan sebelum tidur, idealnya sebelum menyikat gigi.
Gunakan tekanan lembut. Jika lidah Anda sakit atau berdarah, Anda menekan terlalu keras. Pembersihan yang menyakitkan bukanlah pembersihan yang lebih efektif.
Anda tidak perlu khawatir bahwa pengikis lidah biasa akan mengikis kuncup pengecap Anda. Pembersihan lidah yang tepat menghilangkan lapisan, bukan kuncup pengecap itu sendiri. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa indra pengecap dapat membaik setelah pembersihan lidah, terutama dengan pengikis, menurut sebuah studi tentang pembersih lidah dan indra pengecap. Kuncup pengecap juga memperbarui dirinya secara teratur.
Menggosok dengan keras adalah masalah yang sebenarnya. Lidah adalah jaringan lunak, dan kekuatan yang berlebihan dapat merusak permukaannya, menurut penelitian keselamatan tentang pembersihan lidah. Sentuhan ringan lebih aman dan lebih nyaman.
Kesalahan yang Membuat Napas Tetap Bau
Beberapa kebiasaan umum dapat meninggalkan bau bahkan saat Anda sudah berusaha.
- Hanya membersihkan bagian depan lidah. Sebagian besar bakteri dan kotoran berada di dekat bagian belakang. Membersihkan ujungnya saja akan melewatkan sumber utamanya.
- Menggunakan obat kumur sebagai pengganti mengerok. Obat kumur dapat membantu, tetapi tidak mengangkat lapisan secara fisik. Pemindahan secara mekanis itu penting. Sebuah uji klinis menemukan bahwa menambahkan pembersihan lidah ke menyikat gigi mengurangi gas bau, sedangkan menyikat gigi saja tidak secara signifikan menguranginya, menurut penelitian rutinitas kebersihan mulut.
- Melewatkan bagian belakang lidah. Bagian belakang adalah tempat gas bau terutama diproduksi.
- Mengerok lidah yang berlapis tanpa minum cukup air. Mulut kering dapat membuat lapisan lebih tebal dan bau lebih kuat. Tetap terhidrasi mendukung air liur, yang membantu mencuci kotoran.
Kesalahan-kesalahan ini umum terjadi dan mudah diperbaiki. Tujuannya bukan kesempurnaan. Melainkan konsistensi pada area yang tepat dan sentuhan yang lembut.
Jadikan Rutinitas 60 Detik
Anda dapat menjadikan pembersihan lidah sebagai kebiasaan harian yang sederhana.
- Kerok lidah Anda 3 sampai 5 kali, dari belakang ke depan.
- Sikat gigi Anda selama dua menit.
- Gunakan benang gigi atau bersihkan sela-sela gigi.
- Berkumur dengan air atau obat kumur tanpa alkohol.
- Minum air untuk tetap terhidrasi.
Lakukan ini pada pagi hari dan sekali lagi sebelum tidur. Urutan tepatnya dapat bervariasi, tetapi menggabungkan langkah-langkah pembersihan mekanis bekerja lebih baik daripada mengandalkan satu langkah saja. Dalam satu penelitian, menyikat gigi ditambah obat kumur ditambah pembersihan lidah adalah kombinasi paling efektif untuk mengurangi gas bau, menurut hasil uji klinis.
Konsistensi mengalahkan intensitas. Rutinitas lembut yang Anda lakukan setiap hari akan lebih membantu daripada mengerok dengan agresif sesekali.
Ketika Bau Mulut Tidak Hilang
Pembersihan lidah membantu mengatasi bau yang berkaitan dengan lidah, tetapi bukan solusi untuk semua penyebab. Temui dokter gigi atau dokter jika Anda memiliki:
- Bau mulut yang terus berlanjut meskipun sudah rutin menyikat gigi, menggunakan benang gigi, dan membersihkan lidah
- Gusi berdarah
- Bercak putih di dalam mulut
- Batu amandel yang terus muncul kembali
- Mulut sangat kering yang tidak membaik dengan air
- Asam lambung yang tidak dapat Anda kendalikan
Tanda-tanda ini dapat menunjukkan penyakit gusi, masalah sinus, asam lambung, mulut kering, atau kondisi lain yang memerlukan perawatan profesional, menurut panduan tentang penanganan halitosis. Sebagian besar bau mulut berasal dari dalam mulut, tetapi tidak semuanya berasal dari lidah.
Membersihkan lidah tidak dapat menyembuhkan penyakit gusi atau masalah sinus. Ini adalah satu langkah yang bermanfaat, bukan pengganti pemeriksaan gigi.
Jika bau mulut Anda terus berlanjut, buatlah janji dengan dokter gigi terlebih dahulu. Dokter gigi dapat memeriksa penyakit gusi dan penyebab umum lainnya serta membantu Anda menentukan langkah selanjutnya.
Artikel ini telah ditinjau oleh tenaga profesional kesehatan mulut untuk memastikan keakuratannya. Artikel ini bertujuan memberikan informasi edukatif secara umum dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran medis, diagnosis, atau pengobatan yang bersifat personal. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai kesehatan mulut Anda, silakan berkonsultasi dengan dokter gigi, dokter, atau tenaga kesehatan profesional lainnya yang kompeten.


























